Feed on
Tulisan
Komentar

Masih soal tips mengatur keuangan keluarga, ternyata g cuma selesai dalam teori dan sikap. Kita perlu untuk menuliskannya sehingga ada evaluasi dan perbaikan ke depannya. Kenapa ? karena karakteristik keuangan tiap keluarga akan berbeda tiap bulannya dan cenderung berulang dan setiap tahunnya pasti ada perubahan seiring naiknya tingkat pendapatan maupun pertumbuhan kebutuhan kita.

Dengan adanya catatan kita bisa melihat trend naik turunnya pemasukan maupun pengeluaran, evaluasi dan kontrol, dan membantu kita untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan keuangan.

Pencatatan ini bisa hanya berupa buku yang kita tulis jumlah pemasukan & pengeluaran, excel sheet - contoh yang saya buat bisa didownload di BOX, atau software keuangan lanjut

Besok tanggal 20 juli dan hari - hari seterusnya jangan matikan TV anda. TV adalah tool -alat- komunikasi. Baik buruknya adalah kita yang menentukan. Klo besok anda matikan TV dan besok2nya TV hidup dan yang dilihat adalah acara2 sampah ya podho ae sami mawon.

Jadi disiplin deh, yang tepat batasi penggunaan TV baik pilihan channel dan acara juga jam nonton TV.

Pilih acara yang informatif, mendidik, dan mencerahkan. Bukan acara yang menyesatkan dan tendesius, melenakan, dan membodohi kita. Banyak acara hiburan yang membodohi penontonnya, sekedar menjual airmata, kesenangan dan ketenaran sejenak, dan menjadikan kesedihan  maupun kekurangan orang sebagai olok-olok. Sinetron bahkan iklan secara tidak sadar membentuk sikap dan pikiran kita hingga apapun yang tampil seakan-akan suatu kewajaran dan patut ditiru bukan lagi benar dan bermanfaat. Inikah yang namanya industri kreatif ?? Benar2 patut dipertanyakan dimana nilai kreatifnya. Atau kreatif = rating ??

Batasi pula jamnya. Perhatikan jangan sampai waktu dengan keluarga atau masyarakat jadi hilang karena nonton TV. Klo dirumah habis adzan maghrib TV harus mati, sholat, ngaji kemudian belajar bareng fadhil

Kalian semua mengaku sudah dewasa tahu mana yang benar dan mana yang salah, jadi tahu juga dunk mana acara yang bermanfaat dan mana yang tidak. Dan juga mestinya tahu diri kapan harus nonton bola atau istirahat dalam pelukan sang istri tercinta

Enak g seh menikah

Itu adalah pertanyaan seorang temen kantor kepada saya di sela-sela istrirahat sore. Dia masih muda dan sepertinya masih single namun terbaca indikasi adanya hubungan dengan seseorang.

Entah kenapa banyak yang menanyakan pertanyaan sejenis, bahkan temen cowok saya (maksudnya temen saya yang laki2). Namun klo cowok yang nanya biasanya saya jawab “g enak, tapi eunak buanget :)”. Cuma klo cewek ini sepertinya serius dan mengharapkan jawaban yang serius pula, makanya saya mesti berpikir serius untuk memberikan jawaban yang serius haha.

Enak g seh menikah, bukannya enak jadi single ? paling enaknya beberapa bulan pertama kan?

Not shocking, but it worried.

Hal ini membuktikan bahwa wanita kadang tidak mendapatkan pemahaman yang benar tentang pernikahan dan mereka mulai meragukan lembaga pernikahan itu sendiri. Hal ini semakin didukung oleh sikap pria yang perhatian dan  kesetiaaannya cuma bergaransi 3 tahun.

Bahasa enak sebenarnya kurang cocok, seakan kata enak lebih terasosiasi dengan fisik. I mean sex. pasti penasaran

Anak anda demam ?

Duka orang tua adalah saat anak kita sakit, salah satu yang paling sering adalah demam. Demam sendiri sebenarnya adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh dengan menaikkan suhu badan. Cuma terkadang namanya kita baru belajar jadi orang tua, kita jadi khawatir dan tergesa-gesa.

Nah klo anak demam apa yang sebaiknya kita lakukan ?

Tentunya tetap tenang dan berdoa, berikan perhatian lebih pada anak, digendong, dipangku, atau dipeluk. Katakan pada buah hati anda, bahwa anda menyayanginya dan mencintainya. Itu adalah obat mujarab bagi sang buah hati.

Selain itu tindakan yang harus diambil dapat dibagi menjadi jangka pendek dan jangka lanjutan.

obatnya mudah kok

Masih inget posting saya soal lowongan telkom ? Memang saya menyebutkan berdasar sumber cerita temen dan pengalaman yang pernah dipanggil untuk interview. Tapi kemaren saya dapet email dari temen yang lain  mengenai lowongan Telkom untuk tahun 2008, dan email tersebut tidak bisa di konfirmasi. Saya kok jadi berpikir apa ini hoax ya, smoga bukan. Klo bukan buktinya Telkom harus manggil saya untuk interview he he

Setahu saya PT Telkom mempensiun-dinikan banyak karyawannya dan dilain pihak lowongan BUMM ini tak pernah dipublish di media massa. Apa Telkom masih mengandalkan komunikasi mulut ke mulut ?

Tapi buat temen2 yang masih berniat mencari jangan kecil hati. Saya cuma pengin menyarankan untuk selalu cek dan ricek. Kadang possibility bisa menjadi opportunity bagi kita. Beberapa teman juga menyarankan untuk “TETAP COBA !!”

masih mau ?

Older Posts »