Buku ini lebih membumi dan lebih real ketimbang Ayat-ayat cinta. Cuma buku ini dibagi dalam dua seri. Jadi kita mesti membeli dua buah buku untuk membaca keseluruhan ceritanya. Walaupun hanya dengan buku yang kedua sudah cukup memberikan gambaran keseluruhan cerita dan akhir dari kisah azzam
Seri pertama menceritakan tentang azzam ( tokoh utama ) yang mencoba bertahan di Mesir sebagai mahasiswa dan pengusaha tempe untuk menghidupi adik2nya dan ibunya di indonesia. Sebagai pengganti ayahnya yang sudah meninggal membuat azzam lebih fokus menjadi pengusaha sehingga kuliah S1 menjadi molor dari seharusnya. Tapi justru perjuangan menjual tempe ini yang memberikannya pergaulan luas dan kedewasaan dalam kehidupan. Diceritakan pula kehidupan cintanya, kedekatannya dengan eliana putri Duta Besar, dan pertemuan singkat dengan putri seorang kyai wangen yang akan dilamar walaupun secara halus ditolak oleh kerabatnya. Tentunya kisah cinta di gambarkan dalam koridor ke-islaman, sehingga cinta terlihat begitu suci dan indah Seri pertama ini ditutup dengan lulusnya azzam setelah 9 tahun menjadi mahasiswa dan kembali ke indonesia.
Buku kedua dimulai dengan flash back menceritakan tentang kehidupan keluarga azzam sebelum dan sesudah berangkat kuliah ke Mesir. Digambarkan tentang seorang ibu yang berprinsip dan sayang kepada anak-anaknya dan adik-adiknya yang berubah menjadi lebih bertangggung jawab atas masa depannya, serta bagaimana azzam dari jauh bertanggungjawab secara finansial dan memotivasi keluarganya untuk jadi lebih baik. Buku kedua ini menceritakan tentang seorang azzam yang ingin berwirausaha sebagai penjual bakso cinta dan kehidupan cintanya. Usaha yang dimulai azzam dari kecil dan dengan ketekunan dan inovasinya berkembang besar sehingga dia tidak malu untuk menyatakan dirinya sebagai lulusan Mesir yang jualan bakso. Bagaimana dengan kehidupan cintanya, dengan eliana?, dengan gadis-gadis pilihan ibunya?, atau putri kyai dari wangen yang pernah dia ditolak karena telah dilamar oleh temannya sendiri.
Menghibur, memberi semangat dan membuka wawasan




