Emm g terasa udah 3 tahun semenjak akhir 2004 pergi merantau ke jakarta untuk mencari segenggam berlian. Banyak hal yang udah diperoleh termasuk istri dan anak he he. Rumah alhamdulillah masih kontrak. Bukan karena g pengin punya rumah, tapi belum sreg. Belum fokus untuk bener2 tinggal di jakarta dengan segala keteraturannya, bangun-pergi-kantor-pulang-tidur
. Selain itu juga lihat harganya yang selangit, jadi keder klo harus hutang kelamaan, dan kadang g yakin dibolehin ngga hutang dengan bungan getu. Penginnya klo bisa y beli tapi kontan he he. Atau (bermimpi) pemerintah bakal membantu bagi pasangan muda ini untuk memperoleh rumah yang sehat dan terjangkau, jangan cuma orang2 yang mampu aja sampai2 beli rumah bukan untuk ditempati tapi untuk diivestasi. G salah juga klo untuk kepentingan usaha tapi kok y kasian klo lihat orang masih ada yang g punya rumah. Dengan banyaknya orang yang ber(investasi) di properti mau g mau akan berpengaruh harganya yang makin naik. Jangan2 bisnis properti sama kali kayak bisnis anthurium?
Back to basic. Mungkin rasa kangen saya ini bakal dibilang penyakit gila no51 oleh ibunya andrea hirata, si laskar pelangi. Habis saya sendiri sudah berusaha betah dengan kondisi macet dan “keteraturan tadi” tapi kok y tetep g bisa je. Tapi klo mau di list apa aja seh plus minus jakarta dengan kota2 lain yang pernah saya injak. Ok, mulai dari yang ada di jakarta, macet, “amat sangat teratur”,priceless -or unvaluable- time, polusi baik fisik maupun mental warganya. Plusnya di jakarta, harga2 relatif bisa lebih murah, akses cepat di ibukota, banyak tempat hiburan yang entah kenapa saya g cocok dengan suasananya, dan banyak pula yang plus-plus ehemm. Sedangkan di kota Solo or Yogya, plusnya kita banyak punya story (semacem ikatan sosial dan budaya), juga chemistry, dan suasana dan cita rasa yang nyaman.
Singkatnya susah memang melupakan tanah kelahiran, eits aku lahir jakarta kok, jadi tanah tumbuh besar dan berkembang.
Jadi bener2 g nolak klo ada yang menawarkan job di daerah sesuai spesialisasi saya di telekom or IT.
Kenapa g jadi pengusaha? He he mental keluarga besar masih jadi karyawan, jadi masih pengin punya pegangan dulu baru mau bikin usaha. Tapi sebenarnya udah mulai dirintis kok dan g jauh2 dari dunia IT dan per-browsing-an. Ditunggua aja ya calon-calon klien saya ![]()




