Itu adalah pertanyaan seorang temen kantor kepada saya di sela-sela istrirahat sore. Dia masih muda dan sepertinya masih single namun terbaca indikasi adanya hubungan dengan seseorang.
Entah kenapa banyak yang menanyakan pertanyaan sejenis, bahkan temen cowok saya (maksudnya temen saya yang laki2). Namun klo cowok yang nanya biasanya saya jawab “g enak, tapi eunak buanget
“. Cuma klo cewek ini sepertinya serius dan mengharapkan jawaban yang serius pula, makanya saya mesti berpikir serius untuk memberikan jawaban yang serius haha.
Enak g seh menikah, bukannya enak jadi single ? paling enaknya beberapa bulan pertama kan?
Not shocking, but it worried.
Hal ini membuktikan bahwa wanita kadang tidak mendapatkan pemahaman yang benar tentang pernikahan dan mereka mulai meragukan lembaga pernikahan itu sendiri. Hal ini semakin didukung oleh sikap pria yang perhatian danĀ kesetiaaannya cuma bergaransi 3 tahun.
Bahasa enak sebenarnya kurang cocok, seakan kata enak lebih terasosiasi dengan fisik. I mean sex. Makanya temen saya mengatakan “bukannya enaknya hanya beberapa bulan pertama saja?”. Bahagia menurut saya adalah kata yang cocok untuk menggambarkan parameter keberhasilan suatu pernikahan.
Jadi “bahagia ngga seh kamu setelah menikah?”
Saya jawab dengan sebuah permisalan, sehingga paling tidak dia tidak merasa digurui.
Saat kamu lulus SD gimana rasanya ? seneng kan, bahagia pasti bisa lulus ! Dan kemudian pasti akan nerusin ke SMP, g mungkin cuma SD saja kan. Sudah kebayang kan bakal dapat teman baru lingkungan baru, dan pelajaran baru. Dan yang jelas, jadi anak SMP pasti beda dunk sama anak SD perlakuannya. Uang jajan lebih gede, bahkan mungkin dikasih bulanan jadi kita bisa atur sendiri, yang tadinya ngga boleh jadi boleh, dan pastinya sudah bukan anak kecil ingusan lagi. Tapi kebayang ngga klo temen baru berarti pisah dunk dengan temen lama dan harus adaptasi dengan teman atau lingkungan yang baru, pelajaran yang pasti makin banyak dan makin sulit, dan hal-hal yang kita ngga tahu dan belum pernah kita hadapi di SD.
So, bahagia ngga kita klo lulus SD dan masuk SMP ?
Anda bisa jawab sendiri dan bisa menghubungkannya dengan pemisalan saya tadi.
Yang jelas kita ngga bakal tetep di SD karena kita sudah terbiasa dengan pelajaran maupun temen2nya. Dan kita di SMP pun bisa jadi gagal – g lulus nantinya, tapi kita belum tahu klo kita belum coba dan berjuang untuk lulus. Buktinya tetep yang lulus lebih banyak dari tidak.
Jadi bahagia atau tidak itu adalah kita yang menentukan. Sikap dan pikiran kita yang menentukan.
Jadi setelah lulus SMP terus ke SMA kan, jadi boleh dunk nikah lagi hahaha




